Indeks Artikel
Daftar artikel yang terkait presiden
Tentang Rubrik
Artikel atau karya penulis yang pernah menjadi Presiden RI, baik yang ditulis pada masa bersangkutan akan, sedang, atau sudah tidak lagi menduduki jabatan presiden;
Berita tentang individu yang pernah menjadi Presiden RI, baik tentang hal-hal yang terjadi pada masa bersangkutan akan, sedang, atau sudah tidak lagi menduduki jabatan presiden;
Presiden tiba kembali.
Anotasi:
Presiden Soekarno tiba kembali di Indonesia pada tanggal 5 Agustus 1955, setelah melakukan Ibadah Haji melaksanakan Rukun Islam ke 5. Beliau disambut oleh para pembesar di bandara Kemayoran. Untuk mempersiapkan perayaan Proklamasi 17 Agustus, beliau merasa perlu mengambil cuti sampai tanggal 5 Agustus, segala persoalan pemerintahan dan ketatanegaraan dengan resmi diserahkan kepada Wakil Presiden Hatta.Sumber: Harian Umum; 6 Agustus 1955: hlm. 1Presiden Soekarno: Tiap pemerintahan di dalam tiap revolusi selalu alami kesulitan.
Anotasi:
Presiden Soekarno menghadiri acara Dies Natalis ke 5 Universitas Indonesia. Dalam sambutannya beliau menyatakan bahwa setiap revolusi adalah usaha besar untuk mengatasi kesulitan yang timbul karena dalam revolusi, memerlukan banyak anggaran sementara pemasukannya kuarang.Sumber: Harian Umum; 12 Februari 1955: hlm. 1Presiden: "Revolusi belum selesai", suatu revolusi tidak bisa dilompati.
Anotasi:
Presiden Soekarno mendapat sambutan hangat ketika beliau menegaskan di hadapan para mahasiswa Universitas Gajah Mada, bahwa revolusi nasional Indonesia belum selesai. Presiden menerangkan juga bahwa perbedaan pendapat antara beliau dengan Bung hatta karena adalah atas sebutan "revolusi nasional Indonesia belum selesai".Sumber: Suluh Indonesia; 21 Desember 1956: hlm. 1 dan 3Peradilan "Peristiwa Tjikini" ; keterangan Presiden Soekarno setjara tertulis.
Anotasi:
Sembilan orang saksi hadir dalam peradilan peristiwa Cikini, Mereka dalah Ajudan Presiden Soekarno, Mayor Sudarto dan Sudiyo, polisi Adi Inso, pengawal Presiden Kawinoto dan Memed Sudarsono, sopir Presiden Oding Suhendar, polisi seksi V Suroto, penjaga malam gedung SR Perguruan Cikini Sumowijoyo, dan yang kesembilan adalah Presiden Soekarno. Presiden Soekarno telah memberikan keterangan tertulis.Sumber: Terompet Masjarakat; 7 Mei 1958: hlm. 3Pendjagaan atas keselamatan Presiden Soekarno diperketat.
Anotasi:
Penjagaan terhadap keselamatan Presiden Soekarno dilipatgandakan oleh pemerintah Jepang ketika beliau tiba di Kyoto. Karena menurut berita, Vence Samuel salah seorang opsir pembrontak dari Sulawesi Utara sedang berada di Tokyo, yang kabarnya akan mengadakan perundingan dengan Presiden Soekarno dan pembelian senjata.Sumber: Terompet Masjarakat; 11 Februari 1958: hlm. 1.
Menampilkan 5 dari 78 artikel
Lanjut membaca


