Indeks Artikel
Daftar artikel yang terkait presiden
Tentang Rubrik
Artikel atau karya penulis yang pernah menjadi Presiden RI, baik yang ditulis pada masa bersangkutan akan, sedang, atau sudah tidak lagi menduduki jabatan presiden;
Berita tentang individu yang pernah menjadi Presiden RI, baik tentang hal-hal yang terjadi pada masa bersangkutan akan, sedang, atau sudah tidak lagi menduduki jabatan presiden;
BUNG KARNO PENJAMBUNG LIDAH RAKJAT INDONESIA
Pengarang Tambahan - Cindy Adams
Anotasi:
Memang benar, bahwa aku adalah satu-satunja Presiden jang mengadakan demikian banjak perlawatan. Aku sudah kemana-mana ketjuali ke London, sekalipun Ratu Inggris sudah dua kali mengundangku untuk berkundjung. Aku mengharapkan, disatu saat dapat menerima keramahannja itu. Ada sebabnja aku mengadakan perlawatan itu. Aku ingin agar Indonesia dikenal orang. Aku ingin memperlihatkan kepada dunia, bagaimana rupa orang Indonesia. Aku ingin menjampaikan kepada dunia, bahwa kami bukan \"Bangsa jang pandir\" seperti orang Belanda berulang-ulang kali mengatakan kepada kami. Bahwa kami bukan lagi \"Inlander goblok hanja baik untuk diludahi\" seperti Belanda mengatakan kepada kami berkali-kali. Bahwa kami bukanlah lagi penduduk kelas kambing jang berdjulan menjuruk-njuruk dengan memakai sarung dan ikat-kepala, merangkak-rangkak seperti jang dikehendaki oleh madjikan-madjikan kolonial dimasa jang silam. Setelah Republik Rakjat Tiongkok, India, Uni Soviet, dan Amerika Serikat, maka kami adalah bangsa jang kelima didunia dalam hal djumlah penduduk. 3000 dari pulau-pulau kami dapat didiami. Tapi tahukah Saudara berapa banjak rakjat jang tidak mengetahui tentang Indonesia ? Atau dimana letaknja ? Atau tentang warna kulitnja, apakah kami sawomatang, hitam, kuning atau putih ? JangTeknologi dan peradabanSumber: Perpustakaan Nasional RIabc
Anotasi:
aSumber: abcPresident Sukarno & the communists: the politics of domestication / Erik Hansen
Pengarang - Hansen, Erik
Pengarang Tambahan - Hansen, Erik
Anotasi:
-Soekarno, 1901-1970Sumber: American Political Science Review 56,4 (12/62)Presiden Soekarno: Banyak Westerling gadungan berkeliaran di Indonesia, karena imperialisme tidak mau gulung tikar.
Anotasi:
Presiden Soekarno merasa sedih dengan banyaknya pertempuran yang terjadi di daerah. Beliau merasa tidak nyaman menjadi Presiden konstitusionil, karena beliau menjadi Presiden karena rakyat. Menurut Presiden karena banyaknya pertempuran di daerah karena banyaknya Westerling gadungan yang berkeliaran di Indonesia. Beliau mengusulkan agar Dewan Konstituante mengadakan ketatanegaraan baru, yang menciptakan Demokrasi Nasional Indonesia.Sumber: Suluh Indonesia; 27 Juli 1957: hlm. 1Presiden tidak sudi menerima perwira-perwira jang melanggar tata tertib militer.
Anotasi:
Presiden sama sekali tidak punya waktu untuk menerima perwira yang melanggar peraturan dan tata tertib militer. Karena ada berita luar negeri yang menyatakan seolah-olah ada usaha-usaha untuk mempertemukan Presiden Soekarno dan Opsir Pemberontak, Vence Sumual.Sumber: Terompet Masjarakat; 14 Djuni 1958: hlm. 1
Menampilkan 5 dari 78 artikel
Lanjut membaca


