Indeks Artikel
Daftar artikel yang terkait presiden
Tentang Rubrik
Artikel atau karya penulis yang pernah menjadi Presiden RI, baik yang ditulis pada masa bersangkutan akan, sedang, atau sudah tidak lagi menduduki jabatan presiden;
Berita tentang individu yang pernah menjadi Presiden RI, baik tentang hal-hal yang terjadi pada masa bersangkutan akan, sedang, atau sudah tidak lagi menduduki jabatan presiden;
Tjita-tjita kemerdekaan datangnya "tidak tba-tiba:: Presiden dalam peringatan 20 Mei.
Anotasi:
Hari Kebangkitan Nasional Indonesia yang diperingati di Istana Negara, mengenang kembali bagaimana Budi Utomo telah mendirikan 47 tahun yang lalu. Sebagai perjuangan nasional pertama yang teratur. Presiden Soekarno dalm sambutannya menandaskan pentingnya persatuan, karena hanya persatuan bangsa Indonesia dapat menyelesaikan revolusi nasional.KemerdekaanSumber: Harian Umum; 21 Mei 1955: hlm. 1Sultan Djogja: Presiden Soekarno tetap dibutuhkan Hussein CS tidak akan mundur.
Anotasi:
Sultan Hamengku Buwono menerangkan kepada pers ketika beliau tiba di Chicago USA, bahwa Presiden Soekarno harus tetap duduk dalam pemerintahan Indonesia. Menurut pendapat Sultan, Seluruh anggota pemerintahan maupun rakyat Indonesia masih membutuhkan Presiden Soekarno.Sumber: Suluh Indonesia; 14 Februari 1958: hlm. 1Soekarno - Hatta tetap "rudjak sentul": Hatta tak mau djadi wakil presiden
Anotasi:
Usaha untuk mempersatukan Soekarno_Hatta dalam suatu kerjasama, sampai tanggal 16 Desember 1957 tidak menunjukkan tanda-tanda yang menggembirakan. Kedua tokoh masih belum mendapat titik pertemuan, karena masing-masing masih berpegang teguh pada konsepnya.Sumber: Suluh Indonesia, 18 Desember 1957: hlm. 1 dan 3"Saja tidak mau menjadi diktator" kata presiden.
Anotasi:
Presiden Soekarno dalam pidato sambutannya pada malam penutupan Kongres PGRI ke-8 pada tanggal 30 Oktober 1956, mempertegas kembali apa apa yang diucapkan dalam pidato Sumpah Pemuda di Istana yaitu anjuran untuk membubarkan partai-partai. Karena anjuran tersebut beliau dituduh mau menjadi diktator. Beliau menolak, karena beliau tetap eorang demokrat, tetapi bukan Demokrat Liberal melainkan Demokrat Terpimpin.Sumber: Suluh Indonesia; 1 November 1956: hlm. 1 dan 2Reaksi Presiden Soekarno: Radio Hilversum banyak isap djempol, Djuanda - Nasution tempuh djalan jang sama dengan saja.
Anotasi:
Berita Sensasional tentang Presiden Soekarno ditawan oleh Militer Jepang dan beliau akan berangkat ke luar negeri mencari perlindungan politik, disiarkan oleh Hilversum di Amsterdam. Berita itu dikutip oleh UP, AFP, Reuter dan disebarluaskan di seluruh dunia. Presiden Soekarno menyatakan sanggahannya, dan hanya isapan jempol karena pada saat berita itu beredar, beliau sedang memimpin sidang ke-8 Dewan Nasional.Sumber: Suluh Indonesia; 14 Desember 1957: hlm. 1 & 3
Menampilkan 5 dari 78 artikel
Lanjut membaca


