Indeks Artikel
Daftar artikel yang terkait presiden
Tentang Rubrik
Artikel atau karya penulis yang pernah menjadi Presiden RI, baik yang ditulis pada masa bersangkutan akan, sedang, atau sudah tidak lagi menduduki jabatan presiden;
Berita tentang individu yang pernah menjadi Presiden RI, baik tentang hal-hal yang terjadi pada masa bersangkutan akan, sedang, atau sudah tidak lagi menduduki jabatan presiden;
Bayang-bayang kabinet bayangan
Anotasi:
Keunggulan apa yang akan diadu antara Susilo Bambang Yudhoyono dan Megawati dalam pemilihan presiden ronde kedua nanti? Selain pesona pribadi calon presiden, mungkin susunan calon anggota kabinet mereka akan dimajukan dalam kampanye untuk dipersaingkan, mana yang lebih baik dan lebih menarik bagi para pemilih. Masyarakat menuntut agar kabinet bayangan masing-masing terbuka untuk dinilai dan diperbandingkan.Sumber: Tempo. -- Th. 34, no.21, 25 Juli 2004. -- Jakarta : Grafiti Pers, 1998. Hlm. 21Baru sinyal dan sederet nama
Anotasi:
Baru sehari pemilihan presiden berlalu, spekulasi politik langsung bergeser ke isu lain: bursa calon menteri. Kemenangan SBY sudah dipastikan tinggal menunggu ketok palu KPU. Berbagai versi komposisi kabinet mewarnai pemberitaan sejumlah media keesokan harinya. Belasan nama boleh berhamburan masuk bursa, namun keputusan tetap ada di tangan presiden terpilih.Sumber: Gara. -- Th. 10, no.46, 2 Oktober 2004.-- Jakarta : Era Media Informasi, 1994. Hlm. 30-31Azab dan sengsara di senayan
Anotasi:
Kisruh di parlemen terus berlangsung. Koalisi kebangsaan berniat membagi kursi pimpinan komisi. Koalisi kerakyatan berhati-hati karena mereka takut kembali dikhianati. Untuk itu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta para menterinya untuk tidak menghadiri undangan rapat kerja dari parlemen, sebelum lembaga legislatif itu menyelesaikan konflik internalnya.Sumber: Tempo. -- Th. 33, no.37, 14 November 2004. -- Jakarta : Grafiti Pers, 1998. Hlm. 28-30Akrobat politik SBY
Anotasi:
Semula diduga perseteruan Taufik Kemas dengan Yudhoyono bakal menjadi sorotan utama media massa selama berpekan-pekan, namun ternyata itu hanya riak-riak permukaan. Pangkal kemarahan Megawati adalah sikap SBY yang menunjukkan tanda-tanda akan mencalonkan diri sebagai presiden pada pemilu 2004 tetapi tidak ingin lepas dari posisi menteri. Berbagai nasehat ditujukan pada SBY untuk segera mundur dari kabinet, sebagian menyarankan untuk tetap di kabinet. Nasihat memang boleh saja datang dari kanan-kiri. Namun sang jenderal belum mengambil keputusan. Polemik sudah dimulai, tetapi pertarungan yang sesungguhnya belum benar-benar dimulai.Sumber: Tempo. -- Th. 34, no. 02, 14 Maret 2004. -- Jakarta : Grafiti Pers, 1998. Hlm. 24-28Agama manut kiai : politik nurut hati
Anotasi:
Susilo Bambang Yudhoyono berhasil meraih dukungan kaum mahdliyyin dan kelompok Islam lainnya. Diuntungkan oleh pecahnya suara kiai di Jawa Timur. Selain dari kelompok Islam, suara SBY yang tidak kalah pentingnya datang dari keluarga besar TNI. Melihat perolehan suara itu, SBY-Kalla dapat dipastikan melaju ke putaran kedua pilpres. Keyakinan yang tidak kalah besar muncul dari kubu Megawati. Mereka optimis dapat mengalahkan SBY-Kalla, termasuk merebut suara dari kalangan NU.Sumber: Gatra. -- Th. 10, no.46, 2 Oktober 2004. -- Jakarta : Era Media Informasi, 1994. Hlm. 23-28
Menampilkan 5 dari 72 artikel
Lanjut membaca


