Indeks Artikel
Daftar artikel yang terkait presiden
Tentang Rubrik
Artikel atau karya penulis yang pernah menjadi Presiden RI, baik yang ditulis pada masa bersangkutan akan, sedang, atau sudah tidak lagi menduduki jabatan presiden;
Berita tentang individu yang pernah menjadi Presiden RI, baik tentang hal-hal yang terjadi pada masa bersangkutan akan, sedang, atau sudah tidak lagi menduduki jabatan presiden;
Perkawinan "Demokrasi Terpimpin".
Anotasi:
dalam pembukaan sidang Dewan Nasional Kongres Rakyat di Jakarta, Presiden menjelaskan tujuan utama Indonesia sekarang adalah perkawinan demokrasi dan pimpinan. Beliau tidak menghendaki "freefight liberalism", tetapi juga tidak inginkan "Dicatatorship".DemokrasiSumber: Suluh Indonesia; 26 Agustus 1957: hlm. 1.Peringatan Presiden Soekarno: Negara asing djangan tjampuri urusan dalam negeri Indonesia, Indonesia dan rakjatnya sanggup atasi kesulitan.
Anotasi:
Karena banyaknya campur tangan negara-negara lain atas kejadian-kejadian di Indonesia maupun karena sikap Presiden Soekarno yang terbaca oleh negara asing, maka dengan tegas Presiden memperingatkan agar negara asing tidak lagi mencampuri urusan dalam negeri Indonesia. Beliau menegaskan bahwa rakyat Indonesia dapat mengatasi segala kesulitan.Sumber: Terompet Masjarakat; 17 Februari 1958: hlm. 1.Perintah Harian Panglima Tertinggi.
Anotasi:
Presiden selaku Panglima Tertinggi pada tanggal 25 Desember 1956 pukul 20.00 memberikan perintah harian untuk memberhentikan dengan tidak hormat Kolonel Simbolon yang membrontak dan menyimpang, tentara jangan terpengaruh pada Kolonel Simbolon. Beliau juga minta kepada Angkatan Perang RI agar waspada, bijaksana, dan tetap menjalankan tugasnya.Sumber: Suluh Indonesia, 26 Desember 1956: hlm. 1.The PKI`s aborted revolt (Occasional Paper, Centre for Southeast Asian Studies, No. 17)
Pengarang - Hering, B.B.
Pengarang Tambahan - Hering, B.B.
Anotasi:
Kegagalan pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI).Partai Komunis IndonesiaSoekarno, 1901-1970Sumber: Townsville, Queensland, Australia: Centre for Southeast Asian Studies, James Cook University of North Queensland, 1986.Negara hukum revolosioner harus dibentuk, djangan mempolitikkan universitas.
Anotasi:
Presiden Soekarno memberikan sambutan dalam Dies Natalis Universitas Indonesia yang isinya menganjurkan agar Indonesia jangan hanya membentuk negara hukum saja, tetapi juga negara hukum revolusioner.Sumber: Suluh Indonesia, 4 Februari 1957: hlm. 1
Menampilkan 5 dari 78 artikel
Lanjut membaca


