Indeks Artikel
Daftar artikel yang terkait presiden
Tentang Rubrik
Artikel atau karya penulis yang pernah menjadi Presiden RI, baik yang ditulis pada masa bersangkutan akan, sedang, atau sudah tidak lagi menduduki jabatan presiden;
Berita tentang individu yang pernah menjadi Presiden RI, baik tentang hal-hal yang terjadi pada masa bersangkutan akan, sedang, atau sudah tidak lagi menduduki jabatan presiden;
Siap menanggalkan baju
Anotasi:
Lepas dari posisi Menkopolkam, SBY langsung bergerak menemui pendukungnya di berbagai daerah. Melalui Partai Demokrat dengan semboyannya berjuang secara benar dan menang secara terhormat, partainya menawarkan 3 hal yaitu bagaimana mengatasi masalah keamanan, pengangguran dan korupsi. Mengenai ajakan untuk berkoalisi dengan partai lain, ia hanya akan berkoalisi dengan tokoh yang mempunyai pikiran reformis dan seide dengan partainya.Partai DemokratSumber: Gatra. -- Th. 10, no. 17, 13 Maret 2004. -- Jakarta : Era Media Informasi, 1994. Hlm. 34-35Setelah keduanya melaju
Anotasi:
Susilo Bambang Yudhoyono dan Megawati diduga kuat akan masuk ke pemilu putaran kedua. Banyak kekhawatiran ditepis dengan kemenangan keduanya. Fenomena melejitnya SBY tidak terduga. Demam SBY bukanlah gejala di satu kawasan saja. Dari berbagai survei, peringkat satu tetaplah SBY. SBY unggul karena faktor pribadi, bukan karena mesin politik. Bagi SBY sendiri, ronde kedua nanti adalah yang paling menentukan. Kedua kandidat bakal berkompetisi head to head. Ada yang menang, ada yang kalah, meski ini baru babak awal. Pada 20 eptember 2004, pertarungan sebenarnya baru akan terjadi.Sumber: Tempo. -- Th. 34, no. 19, 11 Juli 2004. -- Jakarta : Grafiti Pers, 1998. Hlm. 26-27Selimut politik sabtu kelabu
Anotasi:
Kandidat presiden Susilo Bambang Yudhoyono digoyang kasus 27 Juli. Kampanye hitam atau bukan, nama Yudhoyono sontak jadi incaran dalam perkara itu. Serangan ke arahnya bahkan makin deras. Soal keterlibatan SBY, satu dokumen dari laporan akhir Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menyebutkan bahwa ada pertemuan tanggal 24 Juli 196 di KOdam Jaya dipimpin oleh Kasdam Jaya Brigjen Yudhoyono. Dalam rapat itu SBY memutuskan penyerbuan atau pengambilalihan kantor DPP PDI oleh Kodam Jaya. Mantan Kasum ABRI menyatakan bahwa keberadaan SBY, sebatas memudahkan komunikasi dengan Panglima Kodam Jaya. Sulitnya pembuktian karena pada saat kasus itu dibuka kembali setelah empat tahun silam. Sejak awal perkara itu sudah lekat dengan perkara politik.Sumber: Tempo. -- Th. 33, no. 22, 1 Agustus 2004. -- Jakarta : Grafiti Pers, 1998. Hlm. 30-31Selamat datang presiden terpilih
Anotasi:
Secara resmi, pemenang pemilu putaran kedua belum diumumkan. Namun melalui quick count, pasangan SBY-JK unggul 61% terhadap Megawati-Hasyim. Siapapun presiden terpilih nanti berarti rakyat sudah menentukan pilihannya. Adalah tugas dan tanggungjawab presiden dan wakilnya mengemban kepercayaan rakyat yang luar biasa itu. Banyak harapan dipertaruhkan ke pundak presiden dan wakilnya. Selama masa peralihan dari presiden lama ke presiden yang baru, akan sangat terpuji jika kedua presiden berhubungan secara terbuka. Jika ini terjadi, kedua presiden akan dikenang oleh sejarah sebagai monumen menuju Indonesia Baru dengan menetap ke depan dengan hati lapang dan penuh pengharapanSumber: Tempo. -- Th. 33, no. 30, 26 September 2004. -- Jakarta : Grafiti Pers, 1998. Hlm. 23Sejumlah harapan di pundak SBY
Anotasi:
Beberapa harapan dilontarkan oleh berbagai kalangan masyarakat atas terpilihnya SBY-JK. Seorang pengusaha keturunan mengharapkan presiden mendatang harus memikirkan nasib keturunan (Tionghoa). Kaum ibu rumah tangga mengharapkan pemerintah SBY mendatang, dapat lebih menghormati kaum dan hak perempuan. Secara umum, semua lapisan masyarakat mengharapkan SBY-JK dapat mengembalikan kondisi ekonomi, politik, dan hukum di Indonesia ke arah yang lebih baik.Sumber: Gatra. -- Th. 10, no. 30, 3 Juli 2004. -- Jakarta : Era Media Informasi, 1994. Hlm. 4
Menampilkan 5 dari 72 artikel
Lanjut membaca


