Indeks Artikel
Daftar artikel yang terkait presiden
Tentang Rubrik
Artikel atau karya penulis yang pernah menjadi Presiden RI, baik yang ditulis pada masa bersangkutan akan, sedang, atau sudah tidak lagi menduduki jabatan presiden;
Berita tentang individu yang pernah menjadi Presiden RI, baik tentang hal-hal yang terjadi pada masa bersangkutan akan, sedang, atau sudah tidak lagi menduduki jabatan presiden;
Tangan Tuhan dan keputusan itu.
Anotasi:
Akhirnya Susilo Bambang Yudhoyono mundur dari kabinet. Maka, untuk sementara, rampung sudah babak perseteruan Yudhoyono dengan presiden Megawati. Pada 9 Maet 2004 ia mengirim surat meminta bertemu presiden untuk mengklarifikasi pemangkasan wewenangnya sebagai Menkopolkam. Reaksi kubu Mega menyatakan tak gentar atas pencalonan SBY sebagai kandidat presiden. Memang tak ada yang patut bikin gentar. Pertarungan belum dimulai dan semua masih bisa berubah. Sebelum pemilu legislatif nanti, persekutuan politik masih seperti air: encer dan bisa bergerak kesana-sini.Sumber: Tempo. -- Th.34, no.03, 21 Maret 2004. -- Jakarta : Grafiti Pers, 1998. Hlm. 36-37Tak ada yang salah
Anotasi:
Ini hasil liputan wawancara dengan Susilo Bambang Yudhoyono terkait berbagai isu tentang dirinya. Berbagai isu mulai dari isu tentang dikucilkannya dari kabinet gotong royong hingga pernyataan Taufik Kemas tentang dirinya. Menurut pernyataannya berbagai isu tentang dirinya sudah bergeser dari kenyataan yang sebenarnya. Mengenai isu dikucilkannya dari kabinet, itu tergantung kebijakan presiden. Selaku Menkopolkam, SBy masih menjalankan tugasnya. Adapun isu iklan pemilu yang dibintangi oleh dirinya, SBY menganggap sebagai salah satu dari tugas Menkopolkam. Tujuan dari iklan itu, semata dimaksudkan mengajak semua masyarakat untuk pemilu 2004 aman, damai dan demokratis.Sumber: Gatra. -- Th.10, no.17, 13 Maret 2004. -- Jakarta : Era Media Informasi, 1994. Hlm. 33Susilo Bambang Yudhoyono : menurut etika, saya harus mengalah.
Anotasi:
Megawati akhirnya lega, sebuah duri telah tercabut. Setelah menjalani hari-hari pengucilan di kabinet termasuk merasakan tandukan PDI Perjuangan. SBY menempuh jalan yang membuat lega semua: keluar dari kabinet. Kini ia serius membesarkan Partai Demokrat, partai yang akan mengusungnya dalam pemilu presiden 2004. Ia memberi alasan pengunduran dirinya karena memang ada masalah dengan atasannya. Sebagai menteri yang diangkat oleh presiden, ia tahu diri tidak boleh berselisih dengan presiden. Sesuai etika, maka ia memilih mengundurkan diri.Sumber: Tempo. -- Th. 34, no.03, 21 Maret 2004. -- Jakarta : Grafiti Pers, 1998. Hlm. 44-48Susilo Bambang Yudhoyono : mengelus ibu hamil
Anotasi:
Karisma dan ketampanan Susilo Bambang Yudhoyono membuat kaum hawa berebut menyalaminya. Bahkan para ibu yang sedang hamil ingin kandungannya dielus-elus. Tentu saja SBY tidak keberatan karena itu salah satu upaya menarik simpati publik agar dapat menang dalam pilpres tahap duaSumber: Tempo. -- Th. 33, no.24, 15 Agustus 2004. -- Jakarta : Grafiti Pers, 1998. Hlm. 128Susilo Bambang Yudhoyono : Megawati lebih memiliki ruang manuver
Anotasi:
Ini merupakan hasil liputan dengan wawancara langsung dengan Susilo Bambang Yudhoyono. Menurut penuturannya, untuk menghadapi pilpres putaran dua, ia akan konsentrasi pada komunikasi politik ke akar, grass root. Bila terpilih nanti, ia akan membentuk kabinet ahli, daripada kabinet sharing power. Dalam pandangannya, Megawati memiliki ruang yang lebih untuk bermanuver karena masih berada di dalam lingkungan kekuasaan. Ia juga membantah isu miring bahwa ia telah menerima dana kampanye dari pengusaha Tony Winata.Sumber: Tempo. -- Th. 34, no.20, 18 Juli 2004. -- Jakarta : Grafiti Pers, 1998. Hlm. 32-33
Menampilkan 5 dari 72 artikel
Lanjut membaca


