Kabinet Menteri
Susunan kabinet dan para menteri
Susunan kabinet dan para menteri yang membantu presiden menjalankan pemerintahan, disusun berdasarkan urutan waktu pembentukan.
Sjahrir I
Program Kabinet: 1. Menyempurnakan susunan Pemerintah Daerah berdasarkan kedaulatan Rakyat. 2. Mencapai Koordinasi segala tenaga rakyat di dalam usaha menegakkan Negara Republik Indonesia serta pembangunan masyarakat yang berdasarkan keadilan dan peri-kemanusiaan. 3. Berusaha untuk memperbaiki kemakmuran rakyat di antaranya dengan jalan pembagian pangan. 4. Berusaha mempercepat keberesan tentang hal uang Republik Indonesia.Kabinet Sjahrir Pertama dibentuk setelah Kabinet Wiranata Koesoemah dan memerintah antara tanggal 14 November 1945 - 12 Maret 1946. Perbedaan utama dengan kabinet sebelumnya ialah bahwa pada kabinet ini, para menteri diangkat dari Partai Politik Catatan: 1. Pada bulan Januari 1946 bapak S. Josodiningrat yang tak berpartai diangkat menjadi Menteri Muda Keamanan Rakyat sebagai pengganti Abdul Murad, yang tidak lagi melakukan tugasnya. 2. Pada tanggal 3 Januari 1946 digantikan oleh Natsir yang berasal dari partai Masyumi. 3. Pada tanggal 5 Desember 1945 diganti oleh Ir. Soerachman Tjokrodisoerjo yang tak berpartai. 4. Pada tanggal 5 Desember 1945 Dr. Adji Darmo Tjokronegoro digantikan oleh Dr. Soedarsono (PSI).Presidensial
Program Kabinet: Program Kabinet tak pernah diumumkan. Catatan: 1.Pada Kabinet ini tidak ada Menteri Keamanan Rakyat, karena bapak Soeprijadi yang diangkat menjadi Menteri Keamanan Rakyat tak pernah melakukan dan tak pernah menyatakan menerima pengangkatan tersebut. Lalu pada tanggal 20 Oktober 1945 bapak Soeljadikoesoemo diangkat sebagai Menteri Keamanan Rakyat ad interim. 2. Berhenti tanggal 26 September 1945, diganti oleh Mr. A.A. Maramis. 3. Jabatan ini ditiadakan (tak diisi) bersama-sama pengangkatan Mr. A.A. Maramis sebagai Menteri Keuangan. 4. Tanggal 25 September 1945 menjabat sebagai Menteri Keuangan. 5. Partai-partai Politik kala itu belum dibentuk lagi.Kabinet Presidensial adalah kabinet pertama yang dibentuk di Indonesia setelah Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Kabinet pertama ini hanya bersifat formal saja dan belum bisa melaksanakan roda pembangunan dan pemerintahan. Kabinet pertama ini yang juga sering dieja Kabinet Presidentiil dinamakan "presidensial/presidentil" karena setelah kemerdekaan pada bulan Agustus 1945, Indonesia menerapkan sistem presidentil di mana Presiden berfungsi sebagai Kepala Negara dan sekaligus Kepala PemerintahanSjahrir II
Program Kabinet: 1. Menyempurnakan susunan Pemerintah Daerah berdasarkan kedaulatan Rakyat. 2. Mencapai Koordinasi segala tenaga rakyat di dalam usaha menegakkan Negara Republik Indonesia serta pembangunan masyarakat yang berdasarkan keadilan dan peri-kemanusiaan. 3. Berusaha untuk memperbaiki kemakmuran rakyat di antaranya dengan jalan pembagian pangan. 4. Berusaha mempercepat keberesan tentang hal uang Republik Indonesia.Catatan 1. Suwandi mengundurkan diri pada 22 Juni 1946. 2. Menteri Pertanian dan Menteri Perdagangan dilebur menjadi Menteri Kemakmuran pada 26 Juni 1946 dengan Darmawan Mangunkusumo sebagai Menteri dan Saksono sebagai Wakil/Menteri Muda. Rasad mengundurkan diriSjahrir III
Program Kabinet: 1. Menyempurnakan susunan Pemerintah Daerah berdasarkan kedaulatan Rakyat. 2. Mencapai Koordinasi segala tenaga rakyat di dalam usaha menegakkan Negara Republik Indonesia serta pembangunan masyarakat yang berdasarkan keadilan dan peri-kemanusiaan. 3. Berusaha untuk memperbaiki kemakmuran rakyat di antaranya dengan jalan pembagian pangan. 4. Berusaha mempercepat keberesan tentang hal uang Republik Indonesia.Amir Sjarifuddin I
Perdana Menteri : Amir Sjarifuddin Wakil Perdana Menteri : A.K. Gani Wakil Perdana Menteri : Setiadji Catatan : 1. Moch. Enoch mengundurkan diri pada 11 Agustus 1947 digantikan oleh H. Laoh. Posisi Menteri Muda Kesehatan dihapus. 2. K. Achmad Asj'ari tidak dapat pindah ke Jakarta dari tempat tinggalnya di Sumatera sehingga pada 9 Oktober 1947 beliau digantikan oleh AnwaruddinAmir Sjarifuddin II
Perdana Menteri : Amir Sjarifuddin Wakil Perdana Menteri I : Samsuddin berhenti t.m.t 22 Januari 1948 Wakil Perdana Menteri II : Wondoamisono Wakil Perdana Menteri III : Setiadjid Wakil Perdana Menteri IV : A.K. Gani Catatan : Samsuddin dan Mohammad Roem mengundurkan diri pada 22 Januari 1948Hatta I
Perdana Menteri : Drs. Mohammad Hatta Catatan 1. Tanggal 15 Juli 1948 Hamengkubuwono XI diangkat menjadi Menteri Pertahanan. Posisi Menteri Negara tidak diisi. 2. Tanggal 13 April 1948 posisi ini diisi H. Laoh. 3. Supeno meninggal pada 24 Februari 1949, sewaktu Agresi Militer Belanda II.Darurat
Ketua : Sjafruddin Prawiranegara Kabinet darurat: Dibentuk atas mandat Presiden karena ada serangan Belanda Kabinet ini bertugas pada periode 19 Desember 1948 - 13 Juli 1949, menggantikan sementara Kabinet Hatta I yang anggotanya ditawan oleh Belanda pada Agresi Militer Belanda II. Kabinet ini dikenal sebagai Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI). Tanggal 16 Mei 1949, Susanto Tirtoprodjo, IJ Kasimo, Masjkur, Sukiman, dan Pandji Suroso mulai menjabat.Hatta II
Perdana Menteri : 1. Drs. Mohammad Hatta 2. Sjafruddin Prawiranegara (pengganti sementara) Catatan 1. Mohammad Hatta ditunjuk menjadi ketua delegasi Indonesia untuk Konferensi Meja Bundar dan sementara digantikan oleh Sjafruddin Prawiranegara yang berbasis di Kutaraja, Aceh. 2. Surono digantikan J. Leimena pada 1 Desember 1949. 3. Sukiman Wirjosandjojo, Djuanda, dan J. Leimena menjadi anggota delegasi KMB.Susanto
Wakil Perdana Menteri : Susanto Tirtoprodjo Dasar Pembentukan : Keputusan Presiden Republik Indonesia Serikat No.2 Tahun 1950 Kabinet Susanto merupakan kabinet peralihan sewaktu pembentukan Republik Indonesia Serikat. Bertugas kurang lebih selama satu bulan pada periode 20 Desember 1949 - 21 Januari 1950.R I S
Perdana Menteri : Drs. Mohammad Hatta Dasar Pembentukan : Keputusan Presiden Republik Indonesia Serikat No.2 Tahun 1949 Kabinet Indonesia Serikat atau Kabinet RIS bertugas pada 20 Desember 1949 - 6 September 1950 di Jakarta. Kabinet ini memerintah pada waktu kurang lebih bersamaan dengan Kabinet Halim di YogyakartaHalim
Kabinet Halim bertugas pada periode 21 Januari 1950 - 6 September 1950. Kabinet ini merupakan pemerintah Republik Indonesia (dengan Yogyakarta sebagai ibu kota) yang merupakan bagian dari Republik Indonesia Serikat. Pada saat yang kurang lebih bersamaan, Kabinet Republik Indonesia Serikat memerintah di ibu kota RIS, Jakarta.Natsir
Perdana Menteri : Mohammad Natsir Wakil Perdana Menteri : Sri Sultan Hamengkubuwono IX Dasar Pembentukan : Keputusan Presiden Republik Indonesia No.9 Tahun 1950 Catatan: 1. Pada tanggal 8 Desember 1950 Abdul Halim mundur karena alasan kesehatan, perannya digantikan oleh Hamengku Buwono IX 2. Pada tanggal 18 Desember 1950 mundur karena partainya (PSII) keluar dari kabinetSukiman-Suwiryo
Perdana Menteri : Dr. Sukiman Wirjosandjojo Wakil Perdana Menteri : Suwirjo Dasar Pembentukan : Keputusan Presiden Republik Indonesia No.80 Tahun 1951 Catatan 1. Sewaka ditunjuk pada 9 Mei 1951 setelah Sumitro Kolopaking menolak penunjukan. 2. Wongsonegoro mengundurkan diri 14 Juni 1951 dan A. Pellaupessy untuk sementara merangkap Menteri Kehakiman. Pada 16 Juli 1951, posisi Menteri Kehakiman diserahkan kepada Mohammad Nasrun. 3. Sujono Hadinoto digantikan Wilopo pada Juli 1951. 4. Ukar Bratakusumah merangkap Menteri Perhubungan sementara sewaktu Djuanda berada di luar negeri. 5. Gondokusomo mengundurkan diri 6 Maret 1952.Wilopo
Perdana Menteri : Mr. Wilopo Wakil Perdana Menteri : Prawoto Mangkusasmito Dasar Pembentukan : Keputusan Presiden Republik Indonesia No.99 Tahun 1953 Catatan 1. Wilopo digantikan oleh Mukarto pada 29 April 1952. 2. Hamengkubuwono IX mengundurkan diri 2 Juni 1953 dan digantikan oleh Wilopo. 3. Anwar Tjokroaminoto mengundurkan diri 9 Mei 1953 digantikan oleh Pandji Suroso. 4. Jabatan Menteri Urusan Pegawai ditiadakan per 11 Mei 1953.Ali Sastromijojo I
Kabinet yang memerintah di masa parlementer, sudah ada yang menyusun program kabinetnya antaranya pemilihan umum. Hal dimaksudkan untuk memperbaiki kondisi politik dan kehidupan demokrasi. Indonesia belum memiliki parlemen hasil pemilihan umum. Karena itu program pemilihan umum dipandang sebagai program yang penting bagi setiap kabinet. Program pemilihan umum itu sudah dimulai sejak kabinet Ali Sastroamijojo I, pada tanggal 4 November 1953 telah terbentu panitia Pemilihan Indonesia (PPI).panitia ini dipimpin oleh S. Hadikusumo.Waktu pemilihan umum sudah ditetapkan, yakni pada 29 Serptember 1955 memilih anggota DPR dan pada tanggal 15 Desember 1955 memilih anggota Konstituante.Sebelum memilih umum dilaksanakan, kabinet Ali Sastroamidjojo I keburu jatuh, dan mengembalikan mandat kepada Wakil Presiden Moh. Hatta pada tanggal 24 juli 1955 ( Presiden Sukarno sedang beribadah haji ).Wakil Presiden segera menunjuk tiga pormatur untuk membentuk kabinet baruPerdana Menteri : Mr. Ali sastroamidjojo Wakil Perdana Menteri I : Wongsonegoro Wakil Perdana Menteri II : Zainul Arifin Dasar Pembentukan : Keputusan Presiden Republik Indonesia No.132 Tahun 1953 Kabinet Ali Sastroamidjojo I, sering disebut Kabinet Ali-Wongso atau Kabinet Ali-Wongso-Arifin, memerintah pada periode 30 Juli 1953 - 12 Agustus 1955. Catatan 1. Iwa Kusumasumantri mengundurkan diri sebelum selesai masa jabatannya dan posisinya dibiarkan kosong. 2. Abikusno Tjokrosujoso mengundurkan diri. Digantikan sementara oleh Rooseno pada 29 September 1953. 3. Rooseno dibebaskan dari tugas sebagai Menteri Pekerjaan Umum pada 12 Oktober 1953, dipindahkan secara tetap sebagai Menteri Perhubungan. Mohammad Hasan menggantikan posisi Rooseno. 4. Lie Kiat Teng (Mohammad Ali) masuk menggantikan pejabat sementara FL Tobing. 5. Sudibjo mengundurkan diri. Dirangkap sementara Wongsonegoro sampai akhirnya diisi oleh Siradjuddin Abbas. 6. Mohammad Hanafiah digantikan oleh I Gusti Gde Raka.Burhanuddin Harahap
Perdana Menteri : Mr. Burhanuddin Harahap Wakil Perdana Menteri I : R. Djanu Ismadi Wakil Perdana Menteri II : Harsono Tjokroaminoto Kabinet Burhanuddin Harahap bertugas pada periode 12 Agustus 1955 - 24 Maret 1956. Kabinet ini demosioner pada 1 Maret 1956 seiringan dengan diumumkannya hasil pemilihan umum pertama Indonesia.Ali Sastromijojo II
Kabinet Ali Sastroamidjojo II dikenal juga dengan Kabinet Ali Roem Idham, bertugas pada periode 24 Maret 1956 - 14 Maret 1957.Perdana Menteri : Mr. Ali Sastroamidjojo Wakil Perdana Menteri I : Mohammad Roem Wakil Perdana Menteri II : Idham Chalid Dasar Pembentukan : Keputusan Presiden Republik Indonesia No.24 Tahun 1956 1. Mohammad Roem, Roeslan Abdulgani, Mulyatno, Soedibjo, Jusuf Wibisono, Sjech Marhaban, Suchjar Tedjasukmana, Pangeran Mohammad Nur, Rusli Abdul Wahid, dan Dahlan Ibrahim diberhentikan sebelum masa jabatannya berakhirDjuanda
Perdana Menteri : Ir. H. Djuanda Wakil Perdana Menteri I : Hardi Wakil Perdana Menteri II : Idham Chalid Wakil Perdana Menteri III : J. Leimena Dasar Pembentukan : Keputusan Presiden Republik Indonesia No.108 Tahun 1957 Catatan 1. Sunarjo digantikan Rachmad Muljomiseno 2. J. Leimena digantikan oleh Muljadi DjojomartonoKerja I
Perdana Menteri : Ir. Soekarno Dasar Pembentukan : Keputusan Presiden Republik Indonesia No.153 Tahun 1959 Kabinet Kerja I bertugas pada periode 10 Juli 1959 - 18 Februari 1960Kerja II
Perdana Menteri : Ir. Soekarno Dasar Pembentukan : Keputusan Presiden Republik Indonesia No.21 Tahun 1960 Catatan 1. Djuanda diganti dengan Notohamiprodjo. 2. Wahid Wahab diganti dengan Sjaifuddin ZuchriKerja III
Perdana Menteri : Ir. Soekarno Dasar Pembentukan : Keputusan Presiden Republik Indonesia No.94 Tahun 1962 Catatan 1. Djuanda wafat di tengah masa jabatannya pada 7 November 1963. 2. Sejak tanggal 22 Januari 1962 diubah menjadi Wakil Menteri Pertama/Menteri/Kepala Staf Angkatan Bersenjata 3. Sejak tanggal 6 Maret 1962 diubah menjadi Menteri/Kepala Staf Angkatan Kepolisian Negara 4. Djatikusumo digantikan Hidajat pada 17 April 1963. 5. Mohammad Yamin digantikan oleh Roeslan Abdulgani pada 24 Oktober 1962. 6. Menteri/Sekretaris Negara mulai bertugas tanggal 23 Agustus 1962. 7. Zainul Arifin digantikan Achmad Sjaichu pada 3 September 1963. 8. Arudji Kartawinata digantikan Achmad Sjaichu pada 3 September 1963.Kerja IV
Perdana Menteri : Ir. Soekarno Wakil Perdana Menteri I : Subandrio Wakil Perdana Menteri II : J. Leimena Wakil Perdana Menteri III : Chaerul Saleh Dasar Pembentukan : Keputusan Presiden Republik Indonesia No.232 Tahun 1963 Catatan 1. Ketiga wakil Perdana Menteri merupakan satu Presidium yang berada langsung di bawah Presiden/Perdana Menteri. 2. JD Massie menggantikan Suharto pada 1 Agustus 1964.Dwikora I
Perdana Menteri : Ir. Soekarno Wakil Perdana Menteri I : Dr. Subandrio Wakil Perdana Menteri II : Dr. Johannes Leimena Wakil Perdana Menteri III : Chaerul Saleh Kabinet Dwikora I adalah nama kabinet pemerintahan di Indonesia dengan masa kerja dari 27 Agustus 1964-22 Februari 1966[1]. Presiden pada kabinet ini adalah SoekarnoDwikora II
Perdana Menteri : Ir. Soekarno Wakil Perdana Menteri I : Dr. Subandrio Wakil Perdana Menteri II : Dr. Johannes Leimena Wakil Perdana Menteri III : Chaerul Saleh Wakil Perdana Menteri IV : K.H. Idham Chalid Dasar Pembentukan : Keputusan Presiden Republik Indonesia No.38 Tahun 1966 Kabinet Dwikora II atau Kabinet Dwikora Yang Disempurnakan adalah nama kabinet pemerintahan di Indonesia dengan masa kerja dari 24 Februari 1966 sampai 28 Maret 1966.[1] Presiden pada kabinet ini adalah Soekarno.Dwikora III
Perdana Menteri : Ir. Soekarno Wakil Perdana Menteri untuk Urusan Umum : J. Leimena Wakil Perdana Menteri untuk Urusan Sosial dan Politik : Adam Malik Wakil Perdana Menteri untuk Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan : Sri Sultan Hamengkubuwono IX Wakil Perdana Menteri Pertahanan dan Keamanan (ad interim) : Letnan Jenderal Soeharto Wakil Perdana Menteri Institusi Politik : Roeslan Abdulgani Wakil Perdana Menteri mengenai Hubungan dengan Institusi politik : K.H. Idham Chalid Dasar Pembentukan : Keputusan Presiden Republik Indonesia No.63 Tahun 1966 Kabinet Dwikora III atau Kabinet Dwikora yang disempurnakan lagi adalah nama kabinet pemerintahan di Indonesia dengan masa kerja dari 27 Maret 1966 sampai 25 Juli 1966 Presiden pada kabinet ini adalah SoekarnoAmpera I
Ketua Presidium : Letnan Jenderal Soeharto Kabinet Ampera I memerintah dari 25 Juli 1966 sampai 17 Oktober 1967
Lanjut membaca


