Indeks Artikel
Daftar artikel yang terkait presiden
Tentang Rubrik
Artikel atau karya penulis yang pernah menjadi Presiden RI, baik yang ditulis pada masa bersangkutan akan, sedang, atau sudah tidak lagi menduduki jabatan presiden;
Berita tentang individu yang pernah menjadi Presiden RI, baik tentang hal-hal yang terjadi pada masa bersangkutan akan, sedang, atau sudah tidak lagi menduduki jabatan presiden;
Habibie batal ke KTT APEC
Anotasi:
Presiden BJ. Habibie membatalkan rencananya datang ke KTT APEC di Selandia Baru, 12-13 September, karena situasi di Timtim dan pembahasan dengan utusan Dewan Keamanan PBB membutuhkan perhatian serius.Sumber: Bisnis Indonesia; 9 September 1999: hlm. 2Habibie bantah mundur dan kudeta
Anotasi:
Presiden BJ. Habibie menepis berbagai rumor bahwa dirinya berminat mengundurkan diri dan adanya upaya kudeta olah para jenderal. Presiden menekankan bahwa semua persoalan kenegaraan masih di bawah kontrolnya.Sumber: Bisnis Indonesia; 11 September 1999: hlm. 1Habibie akui ada 3 hambatan utama
Anotasi:
Presiden BJ. Habibie mengakui ada tiga hambatan utama dalam upayanya selama 512 hari menjalankan agenda reformasi. Pertama, resistensi dari pihak-pihak dimasa lalu yang menjadi pihak yang diuntungkan. Kedua, resistensi dari birokrasi yang selama berpuluh tahun sudah terbiasa bekerja dengan cara-cara lama.ReformasiSumber: Bisnis Indonesia;15 Oktober 1999: hlm. 122 Mei Prabowo konsentrasikan pasukannya di rumah Habibie
Anotasi:
Presiden BJ. Habibie mengatakan, sehari setelah Presiden Soehato lengser dan dirinya menjadi presiden RI ketiga, Letjen. TNI Prabowo Subianto yang ketika itu menjabat Panglima Kostrad mengosentrasikan pasukannya ke beberapa tempat, termasuk rumahnya di Jalan Patra uningan Jakarta Selatan. Tindakan Prabowo mengosentrasikan pasukan itu diketahui Habibie dari laporan Menhankam/Pangab Jenderal TNI Wiranto.Sumber: Suara Karya; 16 Februari 1999 : hlm. 1Mega : Timtim tanggung jawab Habibie
Anotasi:
Ketua umum PDI-P Megawati Soekarnoputri berjanji akan meminta tanggung jawab Presiden BJ Habibie karena dianggap telah melakukan apa yang disebutnya spekulasi politik di Timor Timur sehingga menyulut berbagai kerusakan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.Sumber: Bisnis Indonesia; 7 September 1999 : hlm. 8
Menampilkan 5 dari 22 artikel
Lanjut membaca


