Indeks Artikel
Daftar artikel yang terkait presiden
Tentang Rubrik
Artikel atau karya penulis yang pernah menjadi Presiden RI, baik yang ditulis pada masa bersangkutan akan, sedang, atau sudah tidak lagi menduduki jabatan presiden;
Berita tentang individu yang pernah menjadi Presiden RI, baik tentang hal-hal yang terjadi pada masa bersangkutan akan, sedang, atau sudah tidak lagi menduduki jabatan presiden;
Sekarang saatnya untuk mempercayai Megawati
Anotasi:
Megawati Soekarnoputri menjadi presiden Republik Indonesia menggantikan KH. Abdurrahman Wahid. Meskipun sangat berat, tetapi Megawati harus optimis bahwa dia mampu mengemban, amanah membawa bangsa keluar dari krisis. Paling tidak, Megawati harus membuat jalan yang benar supaya bangsa ini tidak semakin terpuruk ke lembah krisis yang lebih dahsyat lagi.PsikologiSumber: Rakyat erdeka; 28 Juli 2001 : hlm. 5Posisi Megawati akan sulit
Anotasi:
Pengamat politik LIPI Muhammad A.S. Hikam mengatakan posisi Megawati Soekarnoputri akan sulit kalau Abdurrahman Wahid tetap dicalonkan sebagai presiden oleh poros tengah.PsikologiSumber: Bisnis Indonesia; 6 Oktober 1999 : hlm. 9Otonomi daerah perlu dilaksanakan konsisten
Anotasi:
Lembaga Indonesian Community for Good Gevermence (ICGG) menaruh perhatian besar agar pemerintah Gus Dur dan Megawati Soekarnoputri melaksanakan otonomi daerah secara konsisten, sungguh-sungguh dan tulus menyusun serta memberlakukan suatu perencanaan strategis. Hal ini merupakan tuntutan zaman yang harus dilaksanakan oleh setiap pimpinan pemerintahan di Indonesia.PsikologiSumber: Bisnis Indonesia; 23 Oktober 1999 : hlm. 11Nurcholis Madjid dan Roeslan Abdulgani : presiden jangan banyak bicara
Anotasi:
Presiden KH Abdurrahman Wahid kembali diingatkan untuk tidak terlalu banyak bicara yang menimbulkan kontroversi. Selain bisa membingungkan masyarakat, hal ini juga mempengaruhi kepercayaan internasional kepada pemerintah. Presiden pun diminta lebih mau mendengarkan orang lain. Disisi lain, wakil presiden Megawati Soekarnoputri semestinya lebih menunjukkan visi kenegarawanan dan profesionalismenya.PsikologiSumber: Kompas; 14 Maret 2000 : hlm. 2Diperlukan sinergi kualitatif elite politik - komponen bangsa
Pengarang - Viktus Murin
Pengarang Tambahan - Viktus Murin
Anotasi:
Lahirnya kabinet persatuan nasional sebagai kompromi dari simpul-simpul kekuatan politik (Gus Dur, Megawati Soekarnoputri, Amien Rais, Akbar Tandjung, dan Wiranto) ternyata kini cuma cenderung menjadi kosmetik politik ketimbang hadir sebagai kekuatan yang dapat bersinergi secara kualitatif demi kemaslahatan seluruh bangsa.PsikologiManajemen analisaSumber: Suara Pembaruan; 18 Agustus 2000 : hlm. 10
Menampilkan 5 dari 94 artikel
Lanjut membaca


