indJKPNPNA
SBY Kecewa Karena Jatah Menteri?
Suara Pembaharuan, 9 April 2019
Anotasi
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyoroti ketidaklaziman dalam kampanye Prabowo-Sandi di GBK Jakarta, Minggu (7/4) lalu. SBY tidak setuju dengan kampanye yang terkesan menggunakan politik identitas. Hal ini memunculkan berbagai spekulasi menjelang pencoblosan Pemilu 2019 yang tinggal sepekan lagi. Menurut sumber SP di Jakarta Selasa (9/4) Surat SBY muncul sebenarnya muncul bukan karena latar belakang politik identitas tetapi akibat dipublikasikannya jatah menteri bagi parpol pendukung Prabowo-Sandi oleah Hashim Djojohadikusumo beberapa waktu lalu.
Sudah disetujui jatah kursi menteri di kabinet Prabowo Subianto untuk Partai Amanat Nasional (PAN) tujuh kursi dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) enam kursi, pasalnya mesin politik kedua parpol ini bekerja full power untuk memenangkan Prabowo. Sebaliknya Partai Berkarya dan Demokrat dinilai belum sungguh-sungguh mendukung pasangan nomor urut 02, jadi sampai saat ini belum ada kesepakatan tentang jatah menteri kabinet bagi kedua parpol tersebut.
