indJKPNPNA
Potensi Golput Milenial di Atas 40%
Suara Pembaruan, 5 April 2019
Anotasi
Organisasi Partisipasi Pemilu, Juene & Raccord (J&R) mencatat, potensi golongan yang tidak memilih di pemilu atau golongan putih (golput) untuk kalangan milenial cukup tinggi yakni di atas angka 40%. Ada dua alasan menonjol sebagai penyebabnya yakni mereka apatis dan tak pedulu politik sebesar 65,4% dan yang kurang terinformasi atau tidak mengetahui dengan benar kapan hari pencoblosan pilpres sebesar 25,3%, demikian disampaikan CEO J&R, Monica JR saat memaparkan hasil survei lembaganya pada 4 April. Survei digelar 10-16 Maret 2019 kepada 1.200 responden menggunakan multistage random sampling, wawancara tatap muka dengan kuesionerm, serta margin of error plus minus 2,8%.
Monica menjelaskan, jumlah kaum milenial 44,7% dari total pemilih saat ini, yang baru memilih pertama kali memilih hingga usia 40 tahun.
Mereka inilah yang sering diramaikan eksistensinya sebagai bonus demografi yang kelak menjadi keunggulan istimewa atau justru malapetaka. Mereka kandidat para pemimpin kini dan ke depan bagi daya saing Indonesia, tanpa kecuali termasuk keterlibatan dan peran dalam berdemokrasi dan berpolitik.
Kaum milenial yang mengikuti berita politik terkini lebih banyak di perkotaan (40,35%) dibanding di desa (27,5%). Dari gender kaum milenial laki-laki, yang peduli terhadap isu politik terkini (35%) dibanding perempuan (29%)
