indJKPNPNA
PKS Konflik, Prabowo Was-was?
Suara Pembaharuan, 28 September 2018
Anotasi
Setelah sejumlah elit Partai Demokrat di daerah justru mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin, kini konflik di internal PKS menjadikan kekhawatiran kubu Prabowo-Sandiaga, karena mesin partai politik partai pendukung tidak berjalan secara maksimal. Untuk gerakan teritorial, Prabowo-Sandiaga sangat bergantung kepada PKS. Dibandngkan parpol lain, seperti PaN, Partai Demokrat, bahkan Partai Gerindra sendiri, hanya PKS yang mesin partainya bisa bergerak maksimal. Dikabarkan konflik internal PKS dipicu adanya organisasi kemasyarakatan (Ormas) baru bernama Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) yang dipelopori oleh Mantan Presiden PKS Anis Matta. Menurut sumber PS, hampir keseluruhan anggota dan kader dipaksa untuk melakukan sumpah ulang (baiat) oleh DPP PKS menyangkut loyalitas kepada partai. Yang menolak akan diajukan ke semacam pengadilan partai itu. Ujungnya bila tidak mau tunduk, maka kader-kader itu akan dipecat dari keanggotaan partau atau jabatan-jabatan di partai. Hal inilah yang membuat tim sukses Prabowowas-was. Karena tokoh-tokoh yang terancam dipecat, telah dipecat, atau mengundurkan diri itu adalah orang-orang yang memiliki dukungan yang cukup signifikan.
