indJKPNPNA
Pemilu 2019 Jangan Takut-takuti Rakyat di Pesta Demokrasi
Suara Pembaruan, 2 April 2019
Anotasi
Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) meminta tidak ada pihak yang menakut-nakuti rakyat dalam pesta demokrasi. Jangan menekan rakyat dengan menakut-nakuti, menakut-nakuti pemerintah, semua ada mekanismenya, kata Jokowi seusai menghadiri kampanye di Gedung Aimas Convention Centre, Sorong, Papua Barat pada Senin, 1 April.
Sementara itu Ketua Dewan Pertimbangan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais mengatakan Apel Siaga Umat 313 pada Minggu 31 Maret untuk mencegah kecurangan pemilu. Ia bahkan mengancam akan menggerakan massa bila terjadi kecurangan. Jokowi menambahkan, "semua ada undang-undangnya, ada aturan hukumnya, kalau diaggap atau mendengar ada kecurangan silahkan laporkan ke Bawaslu, kan ada mekanismenya. Pemilu saja belum, kok sudah teriak seperti itu", bila ada kecurangan laporkan ke Bawaslu bila ada unsur pidana laporkan ke polisi, ini demokrasi harusnya senang, gembira, jangan menakut-nakuti orang yang sedang gembira, kata Jokowi.
Jokowi menargetkan menang di Papua Barat sebesar 80%. Pada Pemilu 2014 pasangan Jokowi-Jusuf Kalla menang di seluruh Papua Barat sebesar 67,63% dari lawannya Prabowo-Hatta Rajasa 32,37%.
Sementara itu Panglima TNI Hadi Tjahjanto, menjamin pelaksanaan pemilu pada 17 April di seluruh Indonesia berjalan aman dan lancar, oleh karena itu dia mengimbau masyarakat tidak perlu takut dan was-was serta tetap menggunakan hak suaranya.
Panglima TNI berharap nanti pada hari H pemungutan suara nanti cuaca bagus, sehingga pemilik hak suara bisa berbondong-bondong ke TPS.
