indJKPNPNA
Pemilih Diimbau Datangi TPS
Suara Pembaruan, 15 April 2019
Anotasi
Para pemilih diimbau mendatangi tempat pemungutan suara (TPS) untuk menyalurkan hak pilih pada Pemilu 2019. Tak perlu merasa takut, karena Polri dan TNI menjamin keamanan pemilu. Penggunaan hak pilih setiap warga negara akan menentukan arah bangsa Indonesia lima tahun kedepan.
Diharapkan para pemilih datang sesuai waktu yang telah ditentukan agar bisa menggunakan hak pilihnya, yakni antara pukul 07.00 sampai 13.00 waktu setempat.
Untuk meningkatkan partisipasi pemilih, KPU mengoptimalkan sosialisasi penggunaan hak pilih pada masa tenang selama tiga hari, mulai Minggu (14/4) sampai Selasa (16/4).
Ketua KPU Arief Budiman meminta semua jajaran KPU dari pusat hingga daerah memanfaatkan masa tenang untuk menyelesaikan persiapan-persiapan teknis penyelenggaraan pemilu pada 17 April 2019 mendatang.
Capres petahana menyatakan pemilih tidak perlu takut datang ke TPS karena TNI dan Polri menjamin keamanan di seluruh Indonesia. Masyarakat juga diimbau membatu menjaga keamanan dan kenyamanan pada hari pencoblosan.
Capres Prabowo Subianto juga mengimbau masyarakat berbondong-bondong datang ke TPS pada 17 April 2019.
Menurut Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN), Jokowi-Ma'ruf, Hasto Kristiyanto mengingatkan lembaga penyelenggara pemilu untuk memastikan seluruh warga negara mendapatkan hak pilih dalam Pemilu 2019. Pemilu harus dilaksanakan sesuai dengan asas langsung, bebas, rahasia, jujur dan adil. TKN mengajak media masa agar semakin masif menyerukan penggunaan hak pilih.
Sementara itu juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Suhendra Ratu Prawiranegara di Jakarta, pihaknya tidak akan melakukan aktifitas apapun terkait kampanye, BPN yakin masyarakat sudah dapat menilai bahwa siapa yang layak dipilih dalam pilpres mendatang, katanya.
BPN juga menginstruksikan seluruh elemen pemenangan, termasuk relawan, di semua daerah, untuk mengawal proses pemungutan suara di TPS sampai tuntas, khususnya saat penghitungan suara karena berpotensi curang; sederhananya adalah jangan main-main dengan suara rakyat, kerena rakyat akan mengontrl suara mereka secara langsung, tegasnya.
Sekjen PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti meminta masyarakat yang memiliki hak pulih agar menggunakan hak politiknya dengan penuh tanggung jawab, cerdas, menjaga persatuan, menjunjung tinggi moralitas, toleransi, dan kesantunan.
Ketua PB NU Bidang Hukum HAM, dan Perundang=undangan, Robikin Emhas juga mengajak semua pihak untuk mewujudkan pemilu damai dan aman, dengan semangat persatuan dan persaudaraan.
Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Gomar Gultom mengimbau seluruh masyarakat khususnya warga gereja, untuk menyukseskan Pemilu 2019. Senada dengannya, Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Mgr. Ignatius Suharyo mengajak semua pihak menggunakan masa tenang pemilu untuk mengendapkan hati dan budi untuk mendapatkan nurani jernih.
