indJKPNPNA
Pemerintah dan KPU Harus Manfaatkan Semua Saluran Menggunakan Hak Suara Adalah Kewajiban Etis
Suara Pembaruan, 5 April 2019
Anotasi
Penyelenggara pemilu dan pemerintah diminta memanfaatkan semua saluran untuk menyosialisasikan pentingnya menggunakan hak pilih kepada masyarakat sekaligus mencegah golput.
Demikian disampaikan oleh Ketua Perludem Titi Anggraini dan rohaniawan Franz Magnis-Suseno di Jakarta pada Jumat 5 April.
Titi mendorong pemerintah dan penyelenggara pemilu untuk melakukan edukasi politik melalui sarana-sarana yang ada, dengan melibatkan kelompok-kelompok masyarakat, tokoh-tokoh agama, ormas-ormas, organisasi pemuda, komunitas dan LSM untuk melakukan sosialisasi tentang pemilu. Disisi lain Titi juga mengingatkan pemerintah dan aparat untuk menjaga netralitas saat pemilu, setiap kegiatan pemerintah tiak boleh memihak salah satu calon paslon.
Sementara itu Fanz Magnis berpendapat, suka atau tidak suka masyarakat dihadapkan pada dua pilihan, apakah memilih pasangan Joko Widodo atau Prabowo Subianto sebagai presiden lima tahun mendatang. Franz mengingatkan, memilih salah satu paslon bukan semacam hadiah atau penghargaan atas kebaikannya, sebaliknya tidak memilih salah satu paslon juga bukan suatau hukuman karena kecewa dengannya. Franz tidak menampik bahwa Demokrasi di Indonesia masih banyak kekurangan. Bukan menuntut yang ideal, melainkan mencapai yang terbaik yang mungkin digapai dalam situasi nyata, betapapun buruknya.
Menurutnya, dari segi hukum, masyarakat bebas untuk tidak memilih, "tetapi bagi saya ikut sedapat-dapatnya dalam pemilihan demokratis adalah kewajiban etis. Demokrasi adalah lawan kediktaktoran. Dalam demokirasi, rakyat sendirilah yang menentukan siapa yang memimpinnya" jelas Franz.
Dengan memilih satu dari dua pilihan yang tersedia, sangat diperlukan untuk membenahi kondisi Indonesia.
Sementara itu Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-KH. Ma'ruf Amin, Megawati Soekarnoputri, juga mengingatkan perlunya mencegah golput. Dia mengingatkan semua warga menyadari pentingnya berpartisipasi dalam pemilu.
