indJKPNPNA
Pastikan Parpol Pengusung ke Senayan
Suara Pembaruan, 12 April 2019
Anotasi
Pemilih diimbau menyelaraskan pilihan antara pasangan capres dan cawapres dengan partai politik pengusungnya. Penguasaan mayoritas kursi parlemen di Senayan oleh Parpol pengusung akan memuluskan pelaksanaan program capres-cawapres pemenang Pilpres 2019.
Dari hasil survei menunjukkan tidak semua pemilih memberikan suara yang selaras dalam pilpres dan pileg. misalnya tidak semua pemilih PDI-P memberikan suaranya kepada paslon nomor urut 01, sebaliknya tidak semua pemilih Gerindra menyalurkan dukungannya kepada paslon nomor urut 02.
Politikus PDIP, Eva Kusuma Sundari mengatakan partainya telah memiliki kesepakatan untuk mendahulukan kampanye paslon nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf, baru kemudian masing-masing caleg. Dalam surat edaran disebutkan apabila jumlah perolehan surat suara caleg lebih dari pada pasangan Jokowi-Ma'ruf, maka pelantikannya akan dipersoalkan. Dalam edaran itu juga diwajibkan memasang foto Jokowi-Ma'ruf pada semua alat peraga kampenye para caleg.
Konsistensi pelaksanaan garis partai itu, terkonfirmasi lewat beberapa survei terakhir yang menunjukkan tingkat loyalitas kader PDIP kepada Jokowi-Ma'ruf tertinggi dibanding parpol pengusung lainnya, karena mencapai 98% lebih.
Secara politik ada alasan kuat mengkanyekan pilihan satu paket tersebut, apabila ingin memenangkan capres-cawapres tertentu, maka pemerintahannya ke depan juga harus dijaga, caranya dengan memastikan parlemen diisi oleh parpol pengusung capres-cawapres tersebut. Jangan sampai terjadi pada periode pemerintahan Jokowi 2014-2019, selama satu setengah tahun Pak Jokowi sulit melaksanakan janji pembangunan karena disandera parpol di DPR.
Pemilihan secara paket untuk memperkuat dukungan parlemen kepada capres-cawapres terpilih dalam Pilpres 2019. Akan sia-sia apabila parlemen diisi oleh parpol bukan parpol pengusung, juga sebaliknya parpol pengusung sebagai mayoritas di parlemen tetapi presidennya bukan yang mereka dukung.
