indJKPNPNA
Partai Ingatkan Caleg Terpilih Bekerja Untuk Rakyat
Suara Pembaruan, 3 Mei 2019
Anotasi
Partai politik berkomitmen mengingatkan para kader yang terpilih sebagai anggota DPR agar benar-benar bekerja untuk rakyat. Caleg terpilih hasil Pemilu 2019 harus menyuarakan kepentingan rakyat sekaligus memberikan solusi bagi permasalahan yang muncul ditengah kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pada Partai Demokrat ada pakta integritas menjadi rambu utama bagi kader yang dipercaya rakyat mengabdi di legislatif maupun eksekutif, kata Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Hinca IP Panjaitan. Salah satu isi pakta integritas adalah komitmen terhadap gerakan antikorupsi. Apabila ada pelanggaran, kader yang bersangkutan akan dipecat.
DPP Partai Golkar bidang Media dan Penggalangan Opini, TB. Ace Hasan Syadzily menyatakan pihaknya meyakini kinerja DPR periode 2019-2024 akan lebih baik dibanding periode sebelumnya, DPR periode sekarang pasti akan belajar dari DPR periode sebelumnya.
Saat ditanya tentang pernyataan sejumlah kalangan yang pesimistis akan ada perubahan kinerja karena semua partai yang lolos ke parlemen adalah partai lama. Ace menyebutkan parpol yang lolos ke Senayan membuktikan kepercayaan masyarakat terhadap parpol dan caleg yang diusung. Kalo masyarakat tidak percaya tidak mungkin sembilan dari sepuluh partai lama bisa kembali lolos.
Parpol lama yang lolos parlemen pasti akan berbuat lebih baik sehingga pada pemilu berikutnya tidak ditinggalkan masyarakat dan memilih partai baru.
Pendapat dari politisi Partai Bulan Bintang (PBB), Sukmo Harsono yang pesimistis kinerje DPR mendatang akan lebih baik dari saat ini. PBB adalah partai lama yang tidak lolos ke parlemen, jadi tidak bisa mengirim wakilnya ke DPR. Menurutnya masih terbuka peluang DPR mendatang terjerat kasus korupsi, pasalnya, sistem pemilu yang mahal dan para caleg telah mengeluarkan banyak duit untuk mendapatkan suara, katanya.
Sukmo meminta DPR mendatang meningkatkan kualitas pengawasan yang merupakan bagian cheks and balances, yang penting tidak ada kong kalingkong antara yang diperiksa dan yang memeriksa. Hal yang sama disampaikan peneliti LIPI, Syarief Hidayat. Masih dominannya wajah lama yang terpilih lagi menjadi anggota DPR diperkirakan akan membuat kinerja lembaga tersebut lima tahun kedepan tidak akan banyak berubah.
Terminologi "vote minus voice", maksudnya secara umum Indonesia telah cukup berhasil dalam memproduksi vote (penggunaan hak pilih) melalui partisipasi yang tinggi dalam setiap pemilu. Namun vote yang telah dituai melalui pemilu tersebut sangat mustahil menghasilkan voice (perwujudan aspirasi dan janji) setelah pemilu karena lembahnya peran lembaga representative dan tidak bekerjanya fungsi partai politik. Vote yang diamanahkan oleh masyarakat tidak banyak berdampak pada perbaikan kebijakan dalam penyelenggaraan pemerintahan pasca pemilu.
