indJKPNPNA
MUI : Usut Tuntas Dalang Kerusuhan Pengungkapan Otak Aksi untuk Hindari Fitnah dan Saling Curiga
Suara Pembaruan, 23 Mei 2019
Anotasi
Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan keprihatinan dan duka mendalam atas kerusahan yang menyebabkan enam orang tewas setelah penetapan hasil rekapitulasi Pemilu oleh KPU pada 21 Mei 2019 dini hari.
Aksi masa bertujuan untuk meciptakan kekacauan, konflik dan perpecahan dikalangan masyarakat dengan cara memprovokasi dan mengadu domba.
Guru Besar Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Komaruddin Hidayat menyatakan, ada indikasi unjuk rasa bertuntut kerusuhan sudah tidak terkendali lagi. jika rusuh terus menerus akan merukan citra Prabowo dan elite 02, karena merekalah yang menyatakan unjuk rasa damai namun kenyataannya rusuh.
Unjuk rasa sudah ditunggangi oleh kelompok pengacau, bila perlu kubu 02 mendukung upaya aparat mengusut dan menindak tegas para perusuh dan penumpang gelap. Komaruddin meminta sikap kenegarawanan Prabowo-Sandi untuk menegaskan komitmen bertarung melalui jalur konstitusional dalam menanggapi hasil pemilu. Penyelesaian dugaan kecurangan seharusnya diselaikan lewat jalur hukum dan konsitusi
MUI mengimbau kepada para elite politik, tokoh agama dan masyarakat untuk mengembangkan narasi kesejukan yang dapat mendorong terbangunnya rekonsiliasi nasional dan persaudaraan kebangsaan dan meninggalkan narasa provokatif dan penuh kebencian dengan merajut kembali persaudaraan hakiki demi terwujudnya kutuhan dan kesatuan bangsa. Sementara kubu Prabowo-Sandiaga mengajukan gugatan dugaan pelanggaran dan kecurangan Pilpres 2019 ke Mahkamah Konstitusi pada Kamis (23/5).
Waketum Gerindra Arief Poyuono meminta pendukung Prabowo-Sandi untuk tetap menjaga kedamaian.
