ind040
Khofifah Tolak Masuk TKD Jokowi-Ma'ruf
Suara Pembaharuan, 21 September 2018
Anotasi
Gubernur Jatim terpilih Khofifah Indar Parawansa menolak untuk duduk di Dewan Penasehat Tim Kampanye
Daerah (DP-TKD) Pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019. Mantan Mentri Sosial itu menyatakan tak pernah
dikonfirmasi sebelum ditunjuk menjadi DP-TKD Jatim.
Ketum PP Muslimat NU itu mengaku sudah jauh-jauh hari menolak masuk dalam Tim DP-TKD Jatim. Walaupun menolak Khofifah tetap akan mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.
Namun, Khofifah tak akan menyampaikan penolakannya itu ke TKD Jatim pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin, sebab secara formal ia belum mendapat konfirmasi langsung dari Ketua TKD Jatim pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin, Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin.
Menurut Lampiran SK No. 016-A/KPTS/TKN-JKWMA/IX/2018, ada beberapa tokoh masuk TKD Jatim pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin. Salah satunya, Khofifah dan wakilnya Emil Elestianto Dardak.
Sebelumnya nama Khofifah sempat dan Emil sempat tak ada, tapi setelah direvisi, nama Khofifah masuk susunan Dewan Penasehat dan Emil sebagai Dewan Pengarah, Rabu (19/9).
Sebelumnya Khofifah dan Emil sudah menyatakan dukungannya ke Jokowi, namun ia berjanji tidak masuk tim kampanye. Tugas kepala daerah harus menjaga netralitas di Pilpres 2019.
Ketika Pilgub Jatim 2019 melawan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno yang diusung PDI-P, PKB, PKS dan Gerindra, Khofifah dan Emil justru diusung koalisi Partai Demokrat, Golkar, NasDem, PPP, Hanura, serta PKPI.
Berbeda dengan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, ia masuk susunan TKD Jatim pasangan Jokowi-Ma'ruf
Amin. Risma ditunjuk menjadi Koordinator Wilayah Surabaya mengaku sudah menyiapkan strategi, namun
menolak membeberkan strateginya karena rahasia. Menurutnya, memenangkan Jokowi yang mencalonkan
kembali sebagai presiden akan mudah karena banyak produk keberhasilan yang bisa 'dijual' ke masyarakat. Pasti beda dengan lima tahun lalu karena sebelumnya memang belum bekerja, saat ini meskipun belum genap 5 tahun bekerja tetapi hasilnya sudah dirasakan masyarakat luas.
Sementara itu, Ketua DPD Golkar Jabar Dedi Mulyadi ditetapkan sebagai Ketua Tim Kampanye Daerah untuk pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin. Ia ditugaskan untuk menjaring suara pemilih di Provinsi Jabar yang tergolong multikultural, yang mempunyai kekhasan tersendiri, di masing-masing simpul berbeda, ada kultur Priangan, Panturaan, Cirebonan, dan Sunda
Betawi.
Ia menghimbah seluruh jajaran tim dan smpatisan Jokowi-Ma'ruf Amin untuk menjalankan kampanye beradab, salah satunya tidak menjelekkan pihak kompetitor dalam hal ini Prabowo-Sandiaga dan melarang tim melontarkan pernyataan kontra produktif terhadap elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Amin.
Tim Prabowo
Sementara itu, tim pemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sudah terbentuk. Tim dipimpin mantan Panglima TNI Djoko Santoso dengan jumlah anggota 800 orang, yang terdiri dari kader partai dan dari masyarakat (diluar kader partai politik) mencapai 30%. Sandiaga mengungkapkan nama yang diusulkan tadinya mencapai 1.500 orang, jumlah itu disisir
lagi sesuai kemampuan dan ketokohan. Dalam susunan tim yang diserahkan ke KPU Tim Pemenangan pasangan Prabowo-Sandiaga terdiri atas 15 Direktur dan 11 Juru bicara, seperti Fuad Bawazir sebagai Direktur Konsolidasi Nasional, Fery Mursidan Baldan sebagai Direktur Materi dan Debat dan adik Prabowo, Hashim S. Djojohadiusumo sebagai Direktur Komunikasi dan Media. Sementara Jubir Dahnil Azhar, Dede Yusuf, Ferry Juliantono, Rachland Nashidik dan Desi Ratnasari.
Dewan Pembina ada Amien Rais, Salim Segaf Al-Jufri, Agus Harimurti Yudhoyono, dan Tommy Soeharto. Dewan Pengarah M. Sohibul Iman, Titiek Soeharto, Fadli Zon, dan Amir Syamsuddin.
