indJKPNPNA
Jokowi Juga Menang di Luar Jawa
Suara Pembaruan, 25 April 2019
Anotasi
Pada Pilpres 2019, pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin selain menang besar di Jawa juga menang di luar Jawa berdasarkan hitung cepat.
Pada pemilu 2014, Jokowi berpasangan dengan Jusuf Kalla unggul di 19 provinsi namun saat ini hanya menang di 16 provinsi dari 28 provinsi di luar jawa. Menurut hitung cepat lembaga survei perbedaan perolehan suara Jokowi-Ma'ruf dan pasangan Prabowo-Sandiaga sangat kecil, yakni 50,45% berbanding 49,54%.
Kemenangan Jokowi terjadi di provinsi Bali, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, dan Papua, yang tertinggi di Bali sebesar 92,57%. Sedangkan presentase perolehan suara pasangan Prabowo-Sandiaga terjadi di Sumatera Barat dengan 85,03%.
Di Sumatera Jokowi hanya menang di 4 dari 10 provinsi, yakti Sumut, Lampung, Bangka Belitung, dan Riau. Dibanding dengan pemilu 2014 berbanding terbalik dengan prestasi kerja pemerintahan Jokowi yang membangun banyak proyek infrastruktur di luar Jawa.
Pilihan masyarakat pada pilpres tidak sejalan dengan tingkat kepuasan kinerja petahana, penyebabnya mayoritas masyarakat Indonesia masih hidup dengan tingkat primordialisme tinggi serta ikatan politik identitas yang kuat juga berperang mempengaruhi pilihan.
Pilpres jadi perpanjangan dari Pilkada Jakarta dimana isu politik identitas menjadi alat untuk mengalahkan lawan politik.
Politik identitas, simbol agama, simbol etnik untuk menyerang lawan politik, dinilai sangat berbahaya karena pemilih menjadi tidak mendasarkan pilihan politiknya kepada kinerja calon yang bertanding. Bila politik identitas dibiarkan, maka yang terjadi adalah perpecahan. Tetapi masih banyak pemilih yang mengabaikan gaung politik identitas dan agama serta hoax.
Di masa mendatang pengalaman politik identitas ini yang membuat Indonesia tidak akan pernah maju tak boleh lagi terjadi dalam sistem politik ke depan.
Juru bicara TKN lainnya TB. Ace Hasa Syadzily menyatakan, berita hoax, berita bohong berdampak luar biasa terhadap penurunan suara Jokowi-Ma'ruf Amin. Politik Identitas dan agama disebar melalui hoax, baik lewat media sosial maupun secara door to door ke masyarakat.
Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga mengklaim memenangkan pemilu di 21 provinsi, Prabowo pantas menjadi presiden karena buruknya ekonomi saat ini hanya Prabowo yang bisa mengatasi ekonomi, rakyat ingin perubahan. Tingginya harga sembako, naiknya tarif dasar listrik dan sulitnya mendapatkan lapangan pekerjaan membuat rakyat apatis terhadap pemerintahan Jokowi. Inilah contoh dari berita bohong atau hoax yang disebarkan pihak tertentu.
