indJKPNPNA
Indikator: Elektabilitas PDI-P Tertinggi Jokowi Unggul Karena Rekam Jejak
Suara Pembaruan, 27 September 2018
Anotasi
Presiden Joko Widodo (Jokowi) sama sekali tidak berpengalaman menggunakan alat negara seperti TNI, Polri dan Badan Intelijen Negara (BIN) untuk kepentingan politik. Jokowi merupakan sosok yang sangat menjaga nilai-nilai demokratis.
Elektabilitas Jokowi yang tinggi diperoleh dari apresiasi publik terhadap kerja kerasnya dan rekam jejak sang presiden.
Hal itu diungkapkan politikus PDI Perjuangann (PDIP), Maruarar Sirait menanggapi hasil survei Indiktor Politik Indoenesia (IPI) yang dirilis di Jakarta, Rabu 26 September. Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf menurut IPI mencapai 57% sementara Prabowo-Sandi 32%. Untuk memenangkan konstestasi Jokowi menggunakan rekam jejak. Hal itu terbukti sejak menjadi Walikota Solo selama dua periode, menjadi Gubernur DKI dan kemudian menjadi Presiden RI.
Hal kedua yang digunakan Jokowi adalah kepribadian Jokowi yang selama ini sangat dekat dengan rakyat. Kedua hal inilah yang digunakan Jokowi sehingga dipercaya dan dicintai rakyat, bukan dengan cara menggunakan alat negara.
Menurut Direktur Eksekutif Indikator, Elektabilitas PDIP menempati peringkat pertama, sebesar 22,9%, Golkar 11,4%, Gerindra 10,7% dan Demokrat 6.8%, PKB diperingkat kelima dengan 6,2%, PKS 4%, PPP 3,7%, Nasdem 3,4%, Perindo 2,5% dan PAN 2%. Survei Indikator dilaksanakan pada 1-6 September 2018. Populasi survei seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang mempunyai hak pilih dalam pemilu. Jumlah responden sebanyak 2.220 orang di 34 provinsi dengan margin of error plus minus 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%. PDI-P dipandang responden yang paling solid mendukung pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.
Sekretaris TKN Jokowi-KH.Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto menyatakan pihaknya sangat bergembira karena hasil survei itu berbarengan dengan deklarasi dukungan Yenny Wahid dan Gusdurian terhadap Jokowi-Ma'ruf. Pihaknya tidak akan berpuas diri dengan hasil survei, dengan survei yang positif menunjukkan apresiasi rakyat terhadap kepemimpinan Presiden Jokowi. Rakyat juga tidak memberi dukungan terhadap berbagai fitnah dan ujaran kebencian yang sering ditujuan ke Jokowi.
