indJKPNPNA
Indikator : 8 Partai Tidak Lolos ke Parlemen
Suara Pembaruan, 4 April 2019
Anotasi
Hasil survei terbaru lembaga Indikator Politik Indonesia menunjukkan, delapan dari 16 partai politik (parpol) peserta pemilu tidak memenuhi ambang batas parlemen atau tidak lolos ke DPR, jika pemilu dilakukan saat ini. Elektabilitas ke delapan parpol tersebut di bawah 4%, sedang ambang batas parlemen adalah 4%.
Survei ini dilakukan pada 22-29 Maret 2019 dengan responden 1.220 melalui wawancara tatap muka dengan margin of error 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%.
Survei juga mengukur elektabilitas untuk pilpres 2019. Elektabilitas pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin terpaut 18% dengan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Elektabitas Jokowi-Ma'ruf 55,4%, Prabowo-Sandiaga 37,4% dan 7,2% responden belum menentukan pilihan.
Dari 55,4% responden yang memilih Jokowi-Ma'ruf terdapat angka swing voters, atau kemungkinan besar merubah pilihannya sebesar 8,8%. Sedangkan dari 37,4% responden memilih pasangan Prabowo-Sandiaga, terapat swing voters 8,1%, artinya jika ditotal, jumlah swing voters sebesar 16,9% dan undecided voters sebesar 7,2%. Diperkirakan kedua kelompok pemilih ini akan terdistribusi secara merata di kedua pasangan, sehingga akan didapat dari swing voters dan undecided voters, Jokowi-Ma'ruf memperoleh elektabilitas 57,9%, sementara Prabowo-Sandiaga 42,1%. Ketua DPP Partai Nasdem, Willy Aditya, menilai apapun hasil survei pihaknya akan tetap mengapresiasi. Hasil survei mrupakan rapor bayangan yang tetap akan menjadi rujukan. Partai Nasdem optimistis jika perolehan suara Pemilu 2019 akan lebih besar dibanding hasil survei. hal ini mengacu pada pemilu lalu, Indikator merilis Nasdem memperoleh 2,7% dan hasil akhir 6,7%, demikian ungkap Willy. Partai Nasdem cukup merasa bersyukur karena hasil survei Indikator Politik Indonesia sudah menunjukkan angka 5,7% sama dengan basis partai juga sudah menunjukkan angka yang sama.
