indJKPNPNA
Hasil Hitung Cepat : Jokowi Pimpin Lagi Indonesia
Suara Pembaruan, 18 April 2019
Anotasi
Joko Widodo (Jokowi) hampir dipastikan memimpin lagi Indonesia. Hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei Jokowi-Ma'ruf meraup dukungan 53,15% suara, sedang Prabowo-Sandi 46,85% pada Pilpres 2019. Meski demikian Prabowo Subianto tak mengakui hasil hitung cepat tersebut dan mengklaim diri sebagai pemenang.
Ketua KPU Arief Budiman mengatakan hasil hitung cepat dan exit poll hanya dijadikan referensi, tetapi bukan hasil resmi pemilu, yang hasilnya dijanjikan setelah 35 hari setelah pemungutan suara baru bisa diketahui, paling lama 22 Mei 2019.
Banyak faktor yang membuat Jokowi kembali mengalahkan Prabowo. Sebagian masyarakat merasakan perbaikan di bidang pembangunan infrastruktur, ekonomi, sosial, dan lain sebagainya. Hasil hitung cepat sesuai hasil survei yang digelar selama masa kampanye. Jokowi berjaya di kantong-kantong suara penting di daerah atau wilayah yang berpenduduk besar di Pulau Jawa dan hampir seluruh wilayah timur Indonesia, sedangkan Prabowo berjaya di Pulau Sumatera, serta sebagian kecil Sulawesi dan Nusa Tenggara.
Penguasaan Jawa menjadi kunci kemenangan Jokowi-Ma'ruf, dibandingkan dengan pemilu 2014 Jokowi hanya unggul 3% di Jawa, kali ini unggul hinggal 10%, angka ini cukup signifikan karena jumlah penduduknya yang sangat banyak. Hanya di wilayah Jabar dan Banten yang juga penduduknya sangat banyak, Prabowo unggul tipis dari Jokowi. Faktor kemenangan Jokowi lainnya adalah tingkat partisipasi pemilih. Biasanya peningkatan partisipasi pemilih datang dari penantang, hal ini karena kecewa terhadap petahana, namun kali ini peningkatan partisipasi pemilih tidak hanya untuk Prabowo-Sandi tetapi juga untuk petahana Jokowi. Faktor lainnya adalah soliditas koalisi pendukung Jokowi-Ma'ruf. Jokow juga menggarap segmen milenial sebagai ceruk pemilih. Sikap kubu Jkubu Prabowo yang tidak menerima hasil hitung cepat dan menuding lembaga survei menipu rakyat, Siradjuding mengatakan, bahwa, berbagai tudingan miring tak perlu dibantah, karena pada pilpres 2014, hal tersebut pernah dilakukan kubu Prabowo. Namun kenyataannya hasil resmi yang diumumkan KPU tidak berbeda jauh dengan hasil hitung cepat lembaga survei. tudingan yang dilontarkan kepada lembaga survei merupakan ekspresi kekalahan pihak-pihak yang kalah dalam Pemilu 2019.
Terkait juga dengan tuduhan kubu Prabowo-Sandi tersebut pihak lembaga survei siap diuji secara publik dan dibedah oleh para akademisi dan pihak lain yang mengerti proses hitung cepat.
