indJKPNPNA
Erick Thohir dan Personifikasi Milenial
Suara Pembaruan, 10 September 2018
Anotasi
Pria kelahiran Jakarta, 20 Mei 1970, resmi menjadi Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Jokowi sendiri yang mengumumkan Erick Thohir untuk menjadi ketua tim kampanyenya di Rumah Cemara, Menteng, Jakarta (7/9).
Erick adalah ekskutor detail perencanaan Asian Games ke-18 tahun ini yang sukses; lulusan program master untuk Bisnis Administrasi (Master of Business Administration) Universitas Nasional California, Amerika Serikat terkenal bertangan dingin di berbagai bidang usaha yang digelutinya, dari bisnis media hingga olahraga. Apakah Iluminositas Erick tersebut bisa menjadi modal emas dalam menukangi dan memanaskan motor pemenangan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin?
Erick untuk mengisi celah lemah pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin yang kurang mencerminkan warna milineal seperti halnya pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Dengan memilih Erick yang berusia dan berpenampilan muda, serta sukses sebagai pengusaha, kubu ini diharapkan memiliki kekuatan dan citra positif untuk menyihir pemilih milenial, termasuk kalangan emak-emak. Menurut studi yang dilakukan Boston Consulting Group (BCG) bersama University of Barkley (2011) bahwa kaum milineal lebih mempercayai testimoni ketimbang advertensi satu arah, memiliki akun media sosial sebagai komunikasi, tren penurunan minat membaca media konvensional, lebih menyukai ponsel ketimbang televisi, milenial menjadikan google search sebagai anggota keluarga.
Hanya sebagai sosok yang awam dalam politik praktis, Erick punya tantangan tersendiri bagaimana bisa menyenergikan kekuatan internal koalisi pendukung Jokowi-Ma'ruf untuk bekerja maksimal memenangkan pilpres.
Namun, melihat kekompakan koalisi ini dari awal saat mempersiapkan deklarasi capres-cawapres, Erick setidaknya tidak terlalu mengalami kesulitan untuk menyolidkan diferensiasi pandangan internal koalisi, asalkan komunikasi bisa terbangun secara intensif.
