indJKPNPNA
Dua Capres Diminta Teduhkan Situasi
Suara Pembaharuan, Rabu 10 April 2019
Anotasi
Menko Polhukam Wiranto akan berbicara dengan KPU serta dua calon presiden (capres) tujuannya untuk mendingikan situasi menjelang pemungutan suara 27 April 2019. Wiranto menyampaikan ini dalam Silaturahmi Menko Polhukam dengan Pimpinan Redaksi Media Massa di Jakarta Selasa (9/4).
Forum bertajuk "Pemilu Damai adalah Kebanggaan Bangsa, Kita Semua Bersaudara"
Wiranto sangat mengenal baik kedua capres. Wiranto Optimis bahwa Jokowi dan Prabowo menyadari pentingnya menciptakan suasana kondusif. Menurut Wiranto kemungkinan lamanya proses penghitungan suara khususnya pada Pemilu Legislatif (Pileg) yang berpotensi menimbulkan konflik di daerah.
Selain itu Wiranto juga membahas tentang kabar hoax yang merusak bangsa, sebab hoax dipastikan bertujuan negatif.
Medsos yang sangat canggih saat ini berperan dalam perang opini yang tajam sekali yang terkadang menjurus hoax. Hoax pasti bohong yang tujuannya menyerang lawan. Oleh karena itu kita sudah sepantasnya melawan hoax ini. Isu lain adalah tentang penggunaan people power (kekuatan massa) jika pemilu berlangsung curang. Peran tokoh-tokoh yang memprovokasi keadaan sangat disesalkan, selain itu politik identitas juga begitu kental dipakai di kampanye.
Menurut Sekretaris Jenderal Kominfo, R. Niken Widiastuti menyatakan hoax meningkat pada awal 2019, mencapai 771 konten hoax, meningkat seiring dengan dimulainya kontestasi Pemilu 2019, lebih rinci hoax yang berkaitan dengan politik sebanyak 181, isinya seputar menyerang penyelenggara pemilu, juga menyerang pasangan capres dan cawapres 01 dan 02.
